Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/raisandi/public_html/templates/a4joomla-bridge-free/index.php on line 26
Ketika Takdir berbicara...

Ketika Takdir berbicara...

Ketika Takdir berbicara... Ketika kita TIDAK dihadapkan pada pilihan...

Tidak ada jalan lain...........
Yang ada hanya kenyataan.. yang tetap harus kita lewati...

Ku berusaha untuk tetap bersyukur atas kehendakmu ...


Tak pernah ada yang tahu saat Kupaksa bibir ini untuk tetap tersenyum...

Betapa berat untuk berkata bohong saat mengatakan 'aku baik-baik saja'...


'Cinta' tlah pergi... tanpa aku sadari...


Seakan 'cinta' masih disini .. seakan aku masih bisa memeluknya, menyentuhnya dengan lembut, seakan 'cinta' masih menemani semua aktivitasku, bermunajat berdua, berdoa bersama, sesaat aku terdiam menyadari bahwa 'cinta' tlah pergi.. meninggalkan ku sendiri, kini semua aktivitas kulakukan seorang diri...

Tabahkanlan aku ya rabb...


'Janin dalam rahim Ibu tidak berkembang, jatungnya tidak lagi berdetak, kemungkinan dia sudah meninggal sejak dua minggu yang lalu.. ada baiknya ibu segara di curet....'


Seakan tersengat listrik tegangan tinggi... Tubuhku lemas seketika... Otakku tak dapat berpikir.. Yang ada dalam benak ku .. aku hanya ingin berlari dan berlari kemudian segera terbangun dari semua mimpi buruk ini....


Ya Muqiit kuatkanlah hamba Mu ini... Jika memang ini takdirku berikan aku dan suamiku kesabaran dan ketabahan dalam menghadapinya.. tak hentinya doa -doa meluncur dari bibir ku yang kering sepanjang malam.. berharap esok akan ada keajaiban..


Pagi itu.. dengan segala kekuatan yang tersisa.. akhirnya 'cinta' dikeluarkan dari rahim ku melalui proses kuretase... Sebentuk janin mungil yang diam dalam hening itu kini tlah berpulang..


Walau 'Cinta' hanya sebentuk janin.. Kami menguburnya dengan penuh kasing sayang... Selamat tidur sayang , selamat tidu buah hatiku, belahan jiwaku ... Umi dan Abi menyayangimu...


Wahai Rabb yang Maha menyayangi...Izinkan aku menangis pagi ini.. hanya untuk pagi ini.. agar terlepas Sedih di hati.. agar terbang semua lara ku... agar hilang semua duka derita ku... Biarkan air mata ku ini membawa semua kesedihan itu pergi.. Agar aku bisa tersenyum lagi esok pagi...
Seakan telaga air mataku tak pernah kering.. setiap aku mengingat 'cinta'...


Bagi seisi dunia 'cinta' hanya janin mungil yang tak berarti.. tapi bagiku 'cinta' pernah memberikan dunia...


Terima Kasih 'cinta' .. kehadiran mu yang sesaat pernah memberikan warna lain dalam hidup ku.. Kehadiran mu pernah membuat ku merasa lebih berarti...


Sabar dan Ikhlas adalah kunci utama agar aku bisa melewati ini semua...


Terima Kasih Wahai Rabb.. atas semua nikmat mu untuk ku dan suamiku.. Takdirmu memberikan pembelajaran hidup yang begitu berharga.. proses agar aku lebih bersabar..lebih dewasa.. lebih dekat dengan Mu wahai Rabb ku..... Alhamdulillah...


(Selamat jalan 'cinta'... Umi menyanyangi mu... Semoga kelak kau menjadi Bidadari di Jannah Nya..Aminn)


-
Jakarta, 6 Januari 2008-


...Umi yang selalu menyayagi mu 'cinta'...

Add comment


Security code
Refresh

Joomla templates by a4joomla